Pembangunan Jembatan Sei Nibung Dilanjutkan, Harapan Masyarakat yang Telah Lama Dinantikan
Anggota DPRD Provinsi Kaltim Ir. Sutomo Jabir
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA- Sebuah proyek yang
ditunggu-tunggu masyarakat Kutai Timur dan sempat mangkrak pada zaman
kepemimpinan Awang Faroek Ishak diperkirakan rampung di tahun 2024 mendatang.
Hal itu disampaikan langsung oleh Aji
Muhammad Fitra Firnanda, Kepala Dinas PUPR Pera Kalimantan Timur (Kaltim).
Proyek yang dimaksud adalah Jembatan Sei
Nibung, penghubung Desa Kadungan Jaya di Kecamatan Kaubun dan Desa Pelawan di
Kecamatan Sangkulirang. Proyek ini bukan hanya sekadar jembatan, tetapi juga
harapan bagi ribuan warga di wilayah tersebut.
"Targetnya, selesai dan rampung pada
tahun 2024," bebernya.
Mengapa Jembatan Sei Nibung masuk dalam
proyek yang ditunggu-tunggu, karena proyek ini akan membawa kemudahan
transportasi yang telah diharapkan masyarakat.
Selama ini, pengendara yang ingin mencapai
Kaubun atau Sangkulirang harus menghadapi perjalanan jauh dan memakan waktu
yang cukup lama, bahkan seringkali melibatkan rute berliku.
Namun, dengan Jembatan Sei Nibung dengan panjang 150 meter ini, jarak tersebut akan diperpendek dan waktu perjalanan dipangkas hingga 3 jam."Ini adalah komitmen kuat pemerintah pada masyarakat," tegasnya.
Menanggapi pembangunan kembali proyek
mangkrak di daerah pemilihannya, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Ir. Sutomo Jabir
pun berkomitmen mengawal sejumlah program prioritas di Kutai Timur, Berau dan
Bontang.
"Tentu akan kita kawal
pembangunannya," katanya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
ini, merasa bahwa melanjutkan pembangunan Jembatan Sei Nibung di Kutim adalah
sebuah keharusan. Mengingat, daerah ini menjadi lintasan penting bagi
masyarakat luas.
"Tahun ini Jembatan Sei Nibung sudah
mulai dibangun lagi, untuk memudahkan akses ke Kalisayan dan lainnya,"
ujarnya.
Diperkirakan, anggaran yang digelontorkan
Pemerintah Provinsi Kaltim tahun ini sekitar Rp58,7 miliar. Sementara pada
2024, Dinas PUPR Pera Provinsi Kaltim akan melanjutkan kembali dengan
mengalokasikan anggaran sebesar Rp104 miliar.
"Tahun depan penanganannya sebesar Rp104
miliar. Mudah-mudahan dengan anggaran itu membuat jembatan ini bisa berfungsi
dengan baik, supaya akses ke Berau lebih mudah," harapnya.(ADV)